Pengertian DNS, Sejarah DNS dan Cara Kerja DNS

Monday, February 16th 2015. | Kamus Populer
Pengertian DNS

Pengertian DNS, Sejarah DNS dan Cara Kerja DNS

advertisement

Pengertian DNS – Seperti yang telah kami bahas pada artikel-artikel sebelumnya bahwa dalam sebuah jaringan internet itu terdiri dari beberapa komponen penting yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Di dalam jaringan internet terdapat suatu sistem yang sangat membantu mempermudah penggunaan jaringan internet sebagaimana yang berjalan saat ini. Sistem tersebut adalah berfungsi sebagai penamaan sebuah host atau komputer. Sistem ini dikenal dengan nama DNS.

Kami yakin hampir semua pembaca di sini pernah mempergunakan fasilitas DNS, bagaimana tidak ketika kita membuka suatu website secara tidak langsung tanpa kita sadari telah berinteraksi dengan sistem DNS. Namun mungkin ada sebagian dari kita yang belum tahu secara rinci apa itu pengertian DNS, bagaimana cara kerja DNS, atau mungkin masih ada yang belum tahu sejarah perkembangan DNS. Untuk itu kami mandalamaya.com akan membahas ketiga tema tersebut pada artikel kali ini.

Sejarah DNS

Sebelum membahas pengertian DNS secara detail, terlebih dahulu kita harus mengetahui sejarah perkembangan DNS. DNS merupakan singkatan dari Domain Name System, DNS pertama kali ditemukan yaitu pada tahun 1983 oleh Paul Mockapetris. Sebelum ditemukan DNS, dahulu ada satu cara yang bekerja seperti layaknya DNS yang digunakan saat ini namun konsepnya masih manual, yaitu menggunakan sebuah file yang di dalamnya terdapat nama-nama komputer dan IP Addressnya, file tersebut bernama HOSTS Files. Berkat adanya HOSTS Files maka seluruh komputer yang terhubung dalam satu jaringan bisa saling mengakses dengan hanya mengetikkan nama yang telah tertulis dalam HOSTS Files tanpa harus mengetahui IP Addressnya.

Cara ini memiliki kelemahan dimana ketika pada satu jaringan ada penambahan unit komputer, maka harus ada pembaharuan pada HOSTS Filesnya, yaitu menambahkan nama dan IP Address dari komputer baru tersebut. Celakanya HOSTS Files yang telah diperbaharui tersebut harus dicopy-kan ke seluruh komputer yang ada pada jaringan tersebut, karena HOSTS Files disimpan pada masing-masing komputer. Kita bisa bayangkan jika konsep ini masih dipakai, seluruh komputer server di dunia harus mengcopy HOSTS files setiap kali ada komputer baru yang terhubung ke jaringan internet.

Seiring berkembangnya pengguna komputer yang saling terhubung pada waktu itu, lalu ditemukanlah suatu solusi cerdas sebagai pengganti konsep lama penggunaan HOSTS files, sistem baru tersebut bernama DNS (Domain Name System). Cara kerjanya akan kami jelaskan pada sub bab cara kerja DNS pada artikel ini.

Pengertian DNS

DNS adalah singkatan dari Domain Name System. Sedangkan Pengertian DNS adalah suatu sistem distribusi database yang digunakan untuk pencarian sebuah nama komputer pada suatu jaringan dengan menggunakan protokol TCP/IP (Transminission Control Protocol/Internet Protocol). DNS saat ini digunakan oleh beberapa aplikasi yang terhubung ke internet, aplikasi-aplikasi tersebut diantaranya web browser, email, FTP Client, sehingga berkat adanya DNS aplikasi tersebut bisa mengenali nama komputer tanpa perlu mengetahui IP Address-nya. Jadi fungsi DNS yang paling utama adalah memetakan nama komputer atau host name suatu komputer ke IP Address. Dengan begitu kita jadi terbantu bisa mengakses komputer tertentu tanpa harus menghafal ip address yang berupa angka yang cenderung lebih sulit dibandingkan menghafal nama.

Supaya lebih jelas, kami berikan contoh: google.com adalah sebuah domain dan sekaligus nama dari host komputer. Ketika kita mengakses google.com pada web browser, pada dasarnya yang kita akses tersebut adalah IP Address sebuah server milik Google berupa deret angkat 74.125.130.113. Kemudian oleh DNS dipetakan hingga menjadi sebuah nama google.com yang lebih mudah untuk kita hafal. Jadi jika kita mengetikan alamat 74.125.130.113 di browser, halaman yang tampil akan sama dengan ketika kita mengetikkan nama google.com di browser.

Cara Kerja DNS

Kita mulai dari fungsi DNS. Telah kami jelaskan sebelumnya bahwa fungsi dari DNS adalah untuk menerjemahkan nama sebuah komputer ke alamat atau IP Address. Proses kerjanya DNS berhubungan dengan 2 komponen penting yaitu Client DNS dan Server DNS. Client DNS disebut dengan resolvers dan Server DNS disebut Name Servers.

  1. Resolvers DNS mengirim permintaan ke Name Servers bebentuk sebuah queries.
  2. Kemudian Name Servers akan memproses permintaan tersebut dengan langkah pertama melakukan pengecekkan domain yang diminta apakah ada pemetaannya ke IP Address Host tertentu atau tidak pada local database DNS-nya, dan sekaligus mengontak Name Servers lain untuk pengecekkan permintaan si Resolvers tersebut.
  3. Maka jika tidak ditemukan Name Servers akan memberikan pesan kesalahan kepada Resolvers atau Client. Dan jika ditemukan, maka si Resolvers akan menghubungi Host yang dituju dengan menggunakan IP Address hasil dari penerjemahan si Name Servers.
Cara Kerja DNS

Cara Kerja DNS

Pengertian DNS, Sejarah DNS dan Cara Kerja DNS

Demikianlah ulasan tentang pengertian DNS, Sejarah DNS, dan Cara Kerja DNS. Pembahasan tentang DNS ini masih belum rampung, kami akan membahasnya kembali pada artikel berikutnya. Masih banyak yang perlu dibahas tentang DNS ini, contohnya seperti Struktur DNS dan pengertian dari masing-masing struktur tersebut. Semoga kami akan bisa menyelesaikan artikel-artikel lainnya dalam waktu dekat ini. Dan semoga artikel kali ini untuk pengertian DNS, sejarah DNS dan cara kerja DNS bisa bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

advertisement
tags: , , ,

Komentari Pengertian DNS, Sejarah DNS dan Cara Kerja DNS